Dear Diary...
Berawal dr dunia maya, kita menjelma menjadi sepasang manusia yg saling bertukar cerita demi cerita.
Memang terdengar absurd! Tp itulah kita. Hanya dg sapa yg teretas dr makhluk yg bernama "handphone", qm dan aq tiba2 menjadi dekat. Perlahan.... endapan "rasa" itu telah membentuk gugusan bintang warna-warni yg memamerkan binar2 ceria. Lucu ya...
Tp klw blh aq bertanya, begitu bermaknakah perjumpaan nyata bwt mu? Kita beradu pandang tanpa sekat jarak dan waktu, mengeja dalamnya diri dg praduga. Ahhh.... ngga jg ternyata. Hanya lewat sapa yg meretas di kala senja menjelma dan disaat mata mulai terantuk di ujung kantuk, hadirmu melebihi wujud nyata. Setidaknya dlm persepsi yg kucipta.
Lalu... selalu saja kucari2 jejakmu dlm kangen qu td mlm. Membawa khayalku dlm rindu yg menggamit resah. Gundah menyelinap di balik senyum mu yg menyekat pagiku. Knp hadirmu yg secepat embun itu menancapkan gelisah? Sampai2 aq tak mampu melukiskan virus apa sebenarnya yg telah menggerogoti perasaanku.
Ahhh.... ternyata! Rasa itu datang begitu saja tanpa rencana. Tahu2 hadirmu yg sekejap menguras anganku tunduk dlm syahdunya kata2 yg memuja keindahan. Tentangmu, bukan siapa2 ternyata!!!
Tak ingin kulari, tak ingin kuingkar. Sama saja kuhianati diri bila kulakukan itu. Mengapa? Ehhmmmm.... aq tak perlu bertanya. Semestinya biarkan saja semua mengalir seperti air dan berhembus seperti angin. Air jg selalu mengalir menuju muaranya dan angin yg setia menggelitiki dedaunan....